Oleh: gayul | Desember 9, 2009

Teknologi Pendidikan Ranah Pengembangan

2.1. Ranah Pengembangan

Akar ranah pengembangan ialah kawasan produksi media dan kemampuan media dalam menyampaikan juga telah membuat perubahan dalam ranah itu. Meskipun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran lebih mendahului, munculnya film merupakan titik awal kemajuan dalam gerakan audiovisual pada era modern dalam teknologi pembelajaran. Pada dasawarsa 1930-an film mulai digunakan dalam pembelajaran. Sisi lain munculnya film ialah berdirinya perpustakaan dan perusahaan film.  Penelitian tentang film dilakukan dan organisasi-organisasi komersial seperti The Society for Visual Education didirikan, peristiwa itu tidak saja merangsang produksi materi ini, seperti Educational Screen dan See and Hear.

Selama perang dunia II, banyak tipe bahan pembelajaran dihasilkan untuk pelatihan militer, khususnya film. Setelah perang, media televisi juga diterapkan dalam pendidikan, sebuah genre baru program televisi muncul. Di sisi lain, dukungan dana pemerintah dalam skala besar menunjang proyek-proyek kurikulum yang memadukan berbagai tipe media pembelajaran yang lain. Selama akhir dasawarsa 1950-an, dan awal 1960-an materi pembelajaran berprogram dikembangkan. Menjelang 1970-an komputer digunakan untuk pembelajaran, dan permainan-permainan simulasi sudah tampak dimainkan di sekolah-sekolah. Selama dasawarsa 1980-an multi media yang dipadu dengan komputer menjadi bagian dari ranah itu.

Pengembangan adalah proses penerjemahan spesefekasi  rancangan kedalm bentuk fisik. Ranah pengembangan mencakup berbagai variasi teknologi yang diterapkan dalam pembelajaran. Tetapi tidak terpisah dengan teori dan praktek yang berhubungan dengan belajar dan rancangan. Demikian juga, tidak berfungsi secara independen dan terpisah dari penilaian, pengelolaan atau pemanfaatan. Tetapi, pengembangan dikendalikan oleh teori rancangan dan harus merespon tuntutan formatif praktek penilaian dan pemanfaattan dan kebutuhan pengelolaan. Demikian pula, ranah pengembangan tidak hanya mengandung perangkat keras dan lunak, materi visual maupun audio, maupun program atau paket yang memadukan beberapa hal.

Di dalam ranah pengembangan, terdapat hubungan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mengendalikan rancangan pesan dan strategi pembelajaran. Pada dasarnya, ranah  pengembangan dapat dideskripsikan oleh :

  • Pesan berdasarkan isi pembelajaran
  • Strategi pembelajaran berdasarkan teori
  • Perangkat lunak dan materi pembelajaran

Yang terakhir dan deskripsi menjelaskan teknologi menunjukkan kekuatan kendali ranah pengembangan. Bermula dari asumsi ini, kita dapat mendefinisikan dan mendeskripsikan berbagai tipe media pembelajaran dan karakteristiknya. Tetapi proses itu jangan sampai dipandang sebagai kategorisasi, tetapi pandanglah sebagai penjabaran karakteristik yang ditarik dari prinsip-prinsip rancangan.

Ranah pengembangan dapat diorganisasikan menjadi empat kategori : (1) teknologi cetak, (2) teknologi audiovisual, (3) teknologi berbasis komputer, dan (4) teknologi terpadu. Karena ranah pengembangan mencakup rancangan, produksi, fungsi penyebaran, sebuah materi dapat digunakan dengan menggunakan satu tipe teknologi yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi lain, dan disebarkan menggunakan teknologi yang lain lagi. Misalnya, spesifikasi rancangan pesan dapat diterjemahkan menjadi script atau storyboard dengan menggunakan teknologi berbasis komputer, kemudian scriptatau storyboard-nya dapat diproduksi dengan menggunakan teknologiaudiovisual dan disebarkan menggunakan teknologi terpadu, seperti multimedia interaktif. Di dalam ranah pengembangan, konsep rancangan mengasumsikan makna ketiga. Selain mengacu pada rancangan sistem pembelajaran makro (mengidentifikasi tujuan umum, isi, dan tujuan khusus) dan rancangan pembelajaran mikro (menspesifikasi dan mengurutkan kegiatan), rancangan juga mengacu pada aplikasi tertentu, seperti rancangan gambar di layar komputer dalam ranah pengembangan.

Oleh karena teknologi bisa memberikan jalan kepada pencapaian sesuetu, adakalanya terdapaat overlap antara teknologi lamas dan teknologi baru. Misalnya, teknologi yang tertua adalah cetak yang didasarkan pada prinsip-prinsip mekanis, teknologi audiovisual mengikuti sebagai sarana utnuk menggunakan penemuan mekanis dan elektronis di dalam latar pendidikan. Teknologi berdasar mikroprosesor mengarahkan pada aplikasi komputer dan interaktivitasnya, dan unsur-unsur teknologi berdasar komputer, seperti dalam penerbitan desk top. Dengan lahirnya zaman digitalisasi, saat ini sangat mungkin untuk memadukan bentuk teknologi lama dapat meningkatkan keuntungan pemakainya.

2.2. Teknologi Cetak

Teknologi cetak adalah cara-cara untuk memproduksi atau menyebarkan materi, seperti buku dan materi visual statis, yang pada umumnya dilakukan melalui proses cetak mekanis atau fotografis. Subkategori ini mencakup teks, grafis dan sajian atau reproduksi foto. Materi cetak dan visual melibatkan teknologi yang paling dasar. Materi ini memberikan dasar baik untuk perkembangan maupun pemanfaatan kebanyakan materi dsalam bentuk hardcopy. Teks yang ditampilkan oleh komputer merupakan contoh pemanfaatan teknologi berbasis komputer untuk produksi. Apabila teks itu dicetah dalah hardcopy dan digunakan untuk pembelajaran, hal itu merupakan contoh penyebaran dalam teknologi cetak.

Dua komponen utama teknologi ini adalah materi teks verbal dan materi visual. Pengembangan kedua tipe materi pembelajaran itu banyak bergantung pada teori yang berhubungan dengan persepsi visual, membaca, teori pemrosesan informasi, dan teori belajar. Materi tertua dan masih umum digunakan ada dalam bentuk buku teks yang mengandung data rangsang sensori yang ditampilkan melalui media bahasa dan materi visual cetak, dan menunjukkan realitas efektifitas relatif berbagai realisme. Dalam bentuk murninya, media visual dapat membawakan pesan lengkap, tetapi hal ini tidak terjadi dalam interaksi pembelajaran. Kebanyakan yang ada ialah paduan informasi tekstual dan visual.

Cara untuk mengorganisasikan informasi cetak dan informasi visual memberikan kontribusi pada tipe-tipe belajar yang akan terjadi. Pada leverl yang paling dasar, buku teks yang sederhana dapat diorganisasikan secara urut, namun juga bisa diatur menurut kesukaan pemakai. Bentuk lain teknologi cetak seperti pembelajaran berprogram sudsah dikembangkan berdasarkan norma teoretis dan strategi pembelajaran lain. Secara spesifik, teknologi cetak/visual memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Teks dibaca secara linear, sedangkan visual disajikan secara parsial
  • Keduanya merupakan media satu arah
  • Keduanya merupakan visual stasis
  • Pengembangan keduanya bergantung pada prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visuasl
  • Keduanya berpusat pada pebelajar
  • Informasi dapat diorganisasi dan ditata lagi oleh pemakai.

2.3. Teknologi Audiovisual

Teknologi audiovisual adalah cara untuk memproduksi atau menyebarkan materi dengan menggunakan mesin mekanis dan atau elektronis untuk menyajikan pesan auditori dan visual.

Pembelajaran audiovisual cenderung diwarnai oleh pemanfaatan perangkat keras dalam proses pembelajaran. Mesin audiovisual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan meteri yang melibatkan belajar melalui penglihatan dan pendengaran dan tidak secara eksklusif tergantung pada pemahaman kata atau simbol-simbol sejenis lain. Pada umumnya, teknologi audiovisual memproyeksikan materi seperti film. Apabila informasi vidio itu ada dalam vidiodisc, informasi itu menjadi dapat diperoleh secara random dan menunjukkan karakteristik teknologi berdasar komputer atau teknologi terpadu.

Secaraspesifik, teknologi audiovisual cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Menyajikan visual dinamis
  • Digunakan dalam cara yang ditentukan oleh perancang
  • Cenderung menyajikan konsep real dan abstrak secara fisik
  • Dikembangkan menurut prinsip teknologi behavioral dan psikologi kognitif
  • Sering berpusat pada guru dan tidak banyak menibatkan kegiatan pebelajar secara interaktif

2.4. Teknologi Berbasis Computer

Teknologi berbasis komputer adalah cara untuk menghasilkan atau menyebarkan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang didasarkan pada mikro prosesor. Teknologi berbasis computer dibedakan dengan teknologi lain karena informasinya disimpan secara elektronis dalam data digital daripada cetak atau visual. Pada dasarnya, teknologi berdasar computer mengumakan display layer untuk menyajikan informasi pada siswa. Berbagai tipe aplikasi computer dikembangkan hampir secara langsung dari teori behavioral dan pembelajaran berprograma, tetapi dewasa ini merefleksikan dasar teori yang lebih kognitif (Jonansen, 1988). Secara spesifik keempat aplikasi Computer Based Instruction (CBI) adalah secara tutorial, dimana pembelajaran primer diberikan, drill and practice, yaitu membantu pembelajar mengembangkan kelancara dalam materi yang telah dipelajari; games and simulations yang membantu memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan baru, dan database, yang membantu pembelajar mengakses struktur data yang bersekala besaroleh mereka sendiri dengan menggunakan pritokol pencari yang dipreskripsikan secara eksternal (externally-presciber searchprotocols).

Teknologi berbasis computer, baik perangkat keras maupun lunak, pada umumnya memliki karakteristik sebagai berikut:

  • Dapat digunakan secara random atau tidak urut, maupun secara linier.
  • Dapat digunakan sesuai dengan kemauan pembelajar, maupun dalam cara yang direncanakan oleh perancang.
  • Konsep-konsepnya pada umumnya disajikan dalam gaya abstrak dengan kata-kata, symbol, dan grafik.
  • Prinsip ilmu pengetahuan kognitif diterapkan selama pengembangannya.
  • Belajar dapat berpusat pada siswa dan menghendaki pembelajaran secara interaktif.

Teknologi terpadu. Teknologi terpadu adalah cara-cara untuk memproduksi dan menyebarkan materi yang mengandung beberapa bentuk media dengan panduan computer.

Banyak kalangan percaya bahwa teknologi yang paling canggih untuk pembelajaran melibatkan panduan beberapa bentuk media dengan panduan komputer. Contoh-contoh komponen perangkat keras dari sistem yang terpadu dapat melibatkan komputer dengan kemampuan materi berskala besar, dengan hard drive internal dngan color monitor beresolusi tinggi. Alat-alat periferal yang dipandu kmputer meliputi vdi-disc player, alat display penunjang, networking hardware, dan sistem video. Perangkat lunaknya bisa termasuk videodisc, compacdisc networking software dan informasi digitalisasi. Kesemuanya ini dapat dipandu oleh pelajaran hypermedia yang beroprasi di bawah sistem seperti hypercard atau toobook. Cirri utama teknologi ini adalah melibatkan aktifitas interaktif pembelajar dengan berbagai sumber informasi.

Pembelajaran dengan teknologi terpadu memiliki karakteristik sebagai   berikut:

  • Dapat digunakan secara random atau tidak urut, mauoun secara linier
  • Dapat digunakan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pembelajar, tidak hanya cara yang direncanakan perancang
  • Konsep-konsep disajikan secara realistic dalam konteks pembelajaran, menurut apa yang relevan pada pembelajar, dan dibawah kendali pembelajar
  • Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kognitif dan konstruktivistik diterapkan dalam pengembangan dan pemanfaatan pelajaran
  • Belajar berpusat secara kognitif dan terorganisasi sehingga pengetahuan dapat terkontruksi ketika pelajaran dipakai
  • Materi penunjukkan intensitas kegatan peambelajar secara interaktif
  • Materi pemaduan kata dan imagery dari sumber-sumber media.

Kecenderungan dan isu. Kecenderungan dan isu dalam teknologi cetak dan audiovisual mencakup meningkatnya perhatian pada rancangan teks dan kompleksitas visual dan pemakai berbagai variasi warna ( color for cueing ) (Barry, 1992 ).kecenderungan dan isi dalam kawasan teknologi berdasar komputer dan teknologi terpadu yang menjadi bagian ranah pengembangan berhubungan dengan tantangan rancangan dan teknologi interaktif. Aplikasi teori konstruktivisme dan teori belajar sosial, sistem pakar, dan perangkat pengembangan otomatis,dan diaplikasikan pada pembelajaran jarak jauh (distance learning ).

Sebagai ilustraasi, terdapat minat yang berkembang dalam sistem belajar terpadu (intergrated larning systems/ ILS ) dan sistem dukungan permansi elektronis ( electronic performance support system/EPSS ). ILS merupakan sistem pengelolaan perangkat keras/lunak yang bersifat kompleks dan terpadu menggunakan pembelajaran berbasis komputer ( Bailey, 1992: 5 ). Sistem ini bercirikan oleh adanya pembelajaran : (1) berdasarkan dengan tujuan; (2) terintegrasi ke dalam kurikulum; (3) disebarkan melalui network; dan (4) mencakup komponen penjejak performansi ( performance tracking components) (Bailey, 1992).

Secara spesifik sistem ini dapat menghasilkan masalah random, dapat menyesuaikan urutan dan kesulitan masalah berdasarkan performansi pembelajar, dan dapat memberikan balikan yang memadai dan segera( secara pribadi ). Dengan ILS pembelajaran dapat dilakukan secara individual dan pribadi ( Bailey, 1992 ; 5 ). Gloria Gery (1991 ) juga mendiskripsikan sistem dukungan performansi canggih yang digunakan dalam industri dengan memdukan komponen perangkat keras dan perangkat lunak untuk memberikan ” infobese ” , pengelolaan berdasaar komputer, expert tutoring, dan bantuan kerja dan sarana dalam satu sistem. EPSS merupakan konsep, bukan teknologi. ILS dan EPSS merupakan contoh kecenderungan ke arah pamaduan

Ranah pengembangan dengan ranah lain seperti rancangan, ranah pengelolaan, dan ranah penilaian. Oleh karena proyek pembelajaran menjadi semakin canggih, garis batas antar ranah menjadi kabur dan kegiatan salah satu ranah juga tidak terlepas dari kegiatan ranah yang lain


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: